Logo Google Workspace

Di Balik Optimisme AI

Lima cara mentransformasi bisnis Anda, mulai dari menghemat waktu hingga memicu inovasi

Gambar Google Workspace

Sambutan dari Google

Kita sedang mengalami salah satu perubahan paling menarik dalam cara kerja. Dalam beberapa tahun saja, AI telah berkembang dari sekadar kemungkinan menjadi bagian inti dari cara orang-orang bertukar ide, berkreasi, dan berkolaborasi. AI mengubah cara tim berpikir, mengambil keputusan, dan mendorong kemajuan, sehingga membuka peluang untuk cara kerja baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Namun, seperti yang akan Anda lihat di laporan ini, hanya sebagian kecil perusahaan (sekitar 3%) yang telah benar-benar bertransformasi dengan AI.

Untuk lebih memahami janji dan realitas AI di tempat kerja, kami berkolaborasi dengan Hypothesis Group, agensi penyedia analisis dan strategi, dalam sebuah studi riset global yang mencakup enam pasar serta lebih dari 2.500 pemimpin dan pekerja intelektual (disebut sebagai karyawan) dari organisasi yang telah memulai perjalanan AI mereka.

Hasilnya memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi transformasi AI saat ini. Sementara transformasi AI terus berkembang, beberapa tema mulai terlihat:

  • Optimisme eksekutif melampaui kenyataan di lapangan. Meskipun karyawan sangat antusias dengan AI, mereka sering kali terhambat oleh kurangnya strategi top-down, pelatihan yang komprehensif, dan roadmap AI yang jelas. Sementara itu, dibandingkan karyawan, eksekutif cenderung akan mengatakan bahwa AI telah memberikan dampak signifikan pada bisnis mereka.
  • Penghematan waktu adalah faktor pendorong, bukan hasil akhir. Hampir setiap perusahaan yang telah men-deploy AI sudah merasakan manfaat nyata dalam penghematan waktu dan produktivitas, tetapi manfaat yang lebih besar dan strategis adalah inovasi. Mewujudkan dampak nyata dengan AI bukan hanya tentang dapat menulis email atau dokumen dengan lebih cepat; dampak nyata ini terlihat saat kita berhasil menciptakan serta menghadirkan produk dan layanan yang lebih baik dengan lebih cepat.
  • Perubahan nyata bisa diwujudkan. Dengan alat dan pendekatan AI yang tepat, organisasi di setiap industri dapat mentransformasi cara kerja mereka secara fundamental, membantu karyawan meningkatkan kreativitas, berfokus pada pekerjaan yang benar-benar penting, dan mempercepat pipeline, yaitu dari memunculkan ide hingga memasarkan produk.

Di Google, kami percaya bahwa AI akan membuat pekerjaan lebih berdampak dan lebih mudah dilakukan, bukan membuatnya lebih rumit Itulah sebabnya, alat seperti Google Workspace dengan Gemini dan Gemini Enterprise, yang baru dirilis, menggabungkan kemampuan untuk perusahaan dengan alat yang biasa digunakan banyak orang setiap hari, yang dirancang agar intuitif, bermanfaat, dan mudah digunakan. Selain itu, seperti yang ditunjukkan riset ini, ketika AI diintegrasikan ke alat produktivitas dan kolaborasi, organisasi akan memperoleh hasil yang lebih baik dalam hal kualitas kerja dan transformasi yang lebih cepat secara keseluruhan. Tujuan kami adalah membantu mengoptimalkan pekerjaan setiap karyawan dan menciptakan lebih banyak manfaat di tempat mereka bekerja.

Kami berharap Anda dapat mengeksplorasi pelajaran yang telah kami dapatkan dan melanjutkan diskusi tentang bagaimana kami dapat bekerja sama dengan Anda untuk membangun babak baru dalam dunia kerja, bersama-sama.

Derek Snyder

Director of Product Marketing, Google Workspace

Pengantar

Saat organisasi berlomba untuk mengadopsi AI, terdapat kesenjangan yang jelas antara aspirasi dan pencapaian. Meskipun banyak pemimpin mengatakan bahwa AI telah memberikan dampak signifikan bagi perusahaan mereka, karyawan sering kali merasa AI itu eksperimental dan terfragmentasi. Mengatasi kesenjangan ini menjadi dasar dalam proses transformasi pekerjaan dengan AI.

Untuk lebih memahami cara organisasi beralih dari eksperimen ke transformasi AI, kami bekerja sama dengan Hypothesis Group untuk melakukan studi global multi-fase terhadap lebih dari 2.500 pengambil keputusan bisnis dan pekerja intelektual (disebut sebagai karyawan) dari organisasi pasar menengah dan perusahaan (+300 karyawan) yang tersebar di berbagai negara (Amerika Serikat, Inggris Raya, India, Jepang, Brasil, dan Prancis), industri, serta peran dalam organisasi. Semua organisasi yang kami survei telah men-deploy AI dalam berbagai tingkatan. Lihat metodologi lengkap untuk mengetahui detailnya (halaman 20).

Guna melengkapi temuan ini, kami juga berdiskusi dengan tiga pakar AI tentang pandangan mereka terhadap organisasi yang bertransformasi dengan AI:

Nirit Cohen Future of Work Strategist & pembicara utama
Dr. Terri Horton Al Strategy & Workforce Transformation Consultant, Work Futurist, Microsoft/LinkedIn Learning Global AI Skills Initiative Course Author, Instructor di UCLA Extension
Associate Director di Leverhulme Centre for the Future of Intelligence, Senior Research Associate di University of Cambridge, AI Ethics and Cognitive Science Specialist

Temuan Utama

Gambar ini menampilkan infografik berjudul "Di Balik Optimisme AI Des 2025", yang dibagi menjadi empat bagian: **1. Kesenjangan AI:** * Menyatakan bahwa karyawan "sepenuhnya mendukung" AI, tetapi optimisme para eksekutif "melampaui realitas di lapangan". * 61% karyawan yang disurvei menggunakan AI setiap hari, dan 84% berharap organisasi mereka lebih berfokus pada AI. * Hanya 1 dari 3 karyawan yang merasa siap beradaptasi dengan perubahan yang didorong AI. * Eksekutif memiliki kemungkinan +15 poin persentase (pp) lebih tinggi untuk mengatakan bahwa AI telah memberikan dampak positif yang signifikan, yang menunjukkan adanya kesenjangan. * *Mengapa Hal Ini Penting:* "Optimisme di kalangan pemimpin tidak cukup untuk mendorong transformasi nyata." **2. Perusahaan di 3% posisi puncak:** * Hanya 3% organisasi yang telah bertransformasi secara matang dengan AI, dan 72% masih di tahap awal. * Organisasi yang berada di tahap awal transformasi: * Cenderung tidak memiliki advokasi AI (14% vs. 65%). * Lebih ragu-ragu dalam memilih alat AI yang tepat (49% vs. 4%). * Organisasi yang telah bertransformasi secara matang: * Lebih percaya diri dalam hal AI (74% vs. 48%). * Cenderung mengalami pertumbuhan bisnis berkat AI (89% vs. 18%). * *Mengapa Hal Ini Penting:* "Transformasi tidak boleh hanya ditujukan bagi segelintir orang. Dengan alat, strategi, dan roadmap yang tepat, AI dapat diakses oleh setiap organisasi." **3. Mulai dari Menghemat Waktu hingga Memicu Inovasi:** * Manfaat terbesar AI adalah "memperluas potensi", bukan hanya menghemat waktu. * Organisasi yang telah bertransformasi secara matang memperoleh manfaat yang lebih mendalam dibandingkan organisasi lain, yang mencakup: * Peningkatan inovasi (+32 pp) dan kreativitas (+37 pp). * Karyawan dapat berfokus pada pekerjaan yang bermakna (+29 pp). * Kepuasan karyawan yang lebih tinggi (+25 pp). * Peningkatan ROI perusahaan (+25 pp) dan keunggulan kompetitif (+35 pp). * *Mengapa Hal Ini Penting:* "Transformasi AI yang sesungguhnya diukur berdasarkan inovasi dan dampak, bukan hanya penghematan waktu." **4. Wajah Transformasi:** * Mencantumkan 5 ciri utama organisasi yang telah bertransformasi secara matang, yang dapat membantu organisasi lain mempercepat upaya mereka: 1. Membuat strategi dan roadmap yang jelas (+19 pp). 2. Mengintegrasikan AI ke budaya perusahaan (+19 pp). 3. Memprioritaskan AI untuk berbagai jenis tugas (+46 pp). 4. Mendukung advokasi AI di seluruh organisasi (+52 pp). 5. Investasi berkelanjutan pada alat dan pelatihan yang tepat, seperti fokus pada integrasi AI ke alat/aplikasi yang ada (+18 pp). * *Mengapa Hal Ini Penting:* "Sudah ada playbook standar untuk transformasi AI yang dapat diikuti oleh setiap organisasi."

Kesenjangan AI

Mengapa ada kesenjangan antara optimisme eksekutif dan realitas karyawan dalam ranah transformasi AI?

Para eksekutif optimistis terhadap potensi AI, dan menganggapnya sebagai landasan transformasi dan pertumbuhan. Mereka yakin dengan kemampuan mereka untuk mengadopsi AI dan nilai strategis jangka panjangnya. Mereka mengatakan bahwa AI sudah memberikan dampak besar bagi perusahaan mereka. Karyawan memiliki pandangan yang berbeda: meskipun sebagian besar dari mereka menggunakan AI setiap hari dan mengatakan bahwa AI penting untuk karier mereka, persepsi mereka tentang dampak dan prospek AI yang ada jauh lebih pesimistis dari pandangan pemimpin mereka.

akan diperbarui
DIBANDINGKAN KARYAWAN, Eksekutif cenderung akan mengatakan... AI memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan 53% 36% +17 pp Mereka yakin organisasi mereka dapat mengadopsi AI secara efektif 54% 39% +15 pp AI adalah prioritas strategis utama 41% 30% +11 pp AI mengubah model bisnis inti 35% 24%
Seorang pria menatap layar komputer dengan penuh perhatian sambil memegang pena di tangannya

Meskipun sebagian besar pekerja intelektual yang kami survei telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari mereka dan mengetahui pentingnya AI untuk masa depan dunia kerja, mereka merasa organisasi mereka tidak cukup memprioritaskannya. Sebanyak 84% dari mereka menginginkan perusahaan mereka lebih berfokus pada AI.

Di antara pekerja intelektual yang kami survei, 61% menggunakan AI setiap hari 71% berpendapat belajar cara menggunakan AI untuk kesuksesan karier pada masa depan itu sangat penting 48% mengatakan bahwa AI berdampak signifikan terhadap pekerjaan mereka
84% karyawan yang kami survei mengatakan bahwa mereka ingin organisasi mereka lebih berfokus pada AI

Akibatnya, banyak karyawan tidak merasakan optimisme yang sama seperti yang diungkapkan para eksekutif.

DIBANDINGKAN EKSEKUTIF, Karyawan cenderung tidak akan mengatakan... Percaya diri dalam menggunakan AI 58% 67% -9 pp Benar-benar merasakan manfaat AI 13% 29% -16 pp Siap beradaptasi dengan AI 32% 48% -16 pp Percaya kepada kemampuan perusahaan mereka untuk mengadopsi AI 39% 54% -15 pp
Gambar ini menampilkan halaman dari laporan berjudul "Di Balik Optimisme AI Des 2025", yang menampilkan statistik utama, "KESIMPULAN", dan dua kutipan pakar beserta foto. Statistik utama, yang ditampilkan di bagian atas, menyatakan: "Hanya 29% karyawan yang mengatakan bahwa AI didukung secara luas di seluruh organisasi mereka." Bagian dengan label **KESIMPULAN** menyatakan: "Untuk membuka potensi penuh AI dalam memberikan dampak, para pemimpin harus melibatkan karyawan di dalam prosesnya dan memberdayakan mereka untuk berpartisipasi dalam perubahan transformasional. Organisasi yang memadukan visi dengan dukungan praktis akan membangun momentum dan menciptakan kondisi untuk transformasi yang sesungguhnya." Di bawahnya, terdapat dua kutipan: 1. **Nirit Cohen, Future of Work Strategist**, mengatakan: "Kita perlu berkomunikasi dengan cara yang melibatkan semua orang karena sebagian orang merasa takut. Mereka perlu tahu bahwa jika AI membantu mereka menjadi 50% lebih produktif, hal itu tidak akan membuat pekerjaan mereka menjadi 50% lebih banyak." 2. **Dr. Terri Horton, AI Strategy & Workforce Transformation Consultant**, mengatakan: "Karyawan cenderung tidak takut terhadap AI jika mereka memahami keseluruhan visi dan strategi AI organisasi, menerima pelatihan terkait kolaborasi manusia + AI, serta terlibat dalam praktik implementasi dan penggunaan yang bertanggung jawab. Ketika karyawan memahami dan berpartisipasi dengan cara ini, hal tersebut akan menciptakan rasa aman secara psikologis, melindungi identitas, dan menunjukkan bahwa mereka memiliki peran penting dalam masa depan organisasi." Foto di sudut kiri bawah menampilkan seorang perempuan berambut pirang, yang kemungkinan adalah seorang pebisnis, tersenyum tipis sambil melihat ke atas dan menopang dagunya dengan tangan. Di depannya ada laptop dan di sampingnya ada secangkir kopi, yang menunjukkan suasana kantor atau perpustakaan.

Lihat perusahaan yang sudah bertransformasi sepenuhnya

Kami mengamati perusahaan dengan tingkat transformasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang masih dalam tahap awal. Apa yang dapat kita pelajari dari 3% perusahaan yang telah benar-benar bertransformasi?

Grafik spektrum yang menunjukkan perincian persentase posisi perusahaan dalam proses transformasi AI mereka Tahap Awal 27% Penskalaan 18% Lanjutan 7% Eksplorasi 45% Transformasi Matang 3%

Transformasi tidak mengikuti satu jalur; transformasi berkembang mengikuti spektrum. Meskipun perjalanan setiap organisasi berbeda, pola yang jelas terlihat pada luas dan dalamnya penggunaan, yang memisahkan organisasi yang telah bertransformasi dan organisasi yang baru memulai transformasi.

Dengan mendefinisikan transformasi melalui jumlah kasus penggunaan AI dan jumlah departemen yang menggunakan AI di sebuah organisasi, kami mengidentifikasi lima tingkat transformasi. Setiap tingkat mencerminkan perbedaan yang jelas dalam cara organisasi memandang, menyusun strategi, dan mewujudkan hasil dengan AI. Anda dapat memandang kemajuan melalui berbagai tingkat pada spektrum ini sebagai peningkatan indeks penguasaan AI.

Organisasi yang berada di puncak tangga transformasi memberikan beberapa praktik terbaik dan pelajaran berharga yang dapat dimanfaatkan semua organisasi. Sementara itu, hampir tiga perempat organisasi masih berada di tahap awal perjalanan mereka, berfokus pada upaya mendorong adopsi dan advokasi, menanamkan AI dalam budaya mereka, serta memilih alat AI yang tepat untuk mempercepat kemajuan.

Gambar ini menampilkan diagram batang yang membandingkan perbedaan adopsi dan advokasi AI pada lima tahap transformasi AI organisasi: Tahap Awal (merah), Eksplorasi (biru), Penskalaan (kuning), Lanjutan (hijau), dan Transformasi Matang (ungu). Teks yang menyertainya menyatakan bahwa organisasi yang berada di puncak tangga transformasi menawarkan praktik terbaik, sementara hampir tiga perempat organisasi masih berada di tahap awal perjalanan mereka, berfokus pada upaya mendorong adopsi dan advokasi, mengintegrasikan AI ke dalam budaya mereka, dan memilih alat AI yang tepat. Diagram menampilkan data untuk empat metrik: 1. **AI didukung secara luas di seluruh organisasi:** * Tahap Awal: 14% * Eksplorasi: 22% * Penskalaan: 40% * Lanjutan: 57% * Transformasi Matang: 65% 2. **AI diadopsi secara luas di berbagai peran dan departemen:** * Tahap Awal: 24% * Eksplorasi: 31% * Penskalaan: 49% * Lanjutan: 60% * Transformasi Matang: 77% 3. **AI sepenuhnya tertanam dalam budaya kami (yaitu, AI menjadi bagian dari norma budaya perusahaan/tim yang ada):** * Tahap Awal: 31% * Eksplorasi: 32% * Penskalaan: 42% * Lanjutan: 49% * Transformasi Matang: 50% 4. **Saya tidak yakin alat AI mana yang paling tepat untuk pekerjaan saya:** (Catatan: Urutan persentase yang ditampilkan pada diagram untuk pertanyaan ini, berdasarkan warna, tampak terbalik dibanding metrik lainnya, dengan ketidakpastian tertinggi di antara mereka yang berada di tahap awal.) * Tahap Awal: 49% * Eksplorasi: 36% * Penskalaan: 12% * Lanjutan: 10% * Transformasi Matang: 4%
Gambar ini menampilkan visualisasi data tentang cara organisasi yang telah bertransformasi secara matang mendapatkan hasil dan manfaat AI yang lebih signifikan, sehingga karyawan menjadi makin percaya diri dalam adopsi AI. Tahapan transformasi diberi kode warna: Tahap Awal (merah), Eksplorasi (biru), Penskalaan (kuning), Lanjutan (hijau), dan Transformasi Matang (ungu). Bagian pertama, **Hasil AI: Adopsi AI telah...**, menunjukkan persentase organisasi di setiap tahap yang melaporkan hasil tertentu: 1. **Mendorong pertumbuhan bisnis (mis., menghasilkan produk, layanan, atau aliran pendapatan baru):** * Tahap Awal: 18% * Eksplorasi: 30% * Penskalaan: 43% * Lanjutan: 53% * Transformasi Matang: 78% 2. **Memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perusahaan secara keseluruhan:** * Tahap Awal: 35% * Eksplorasi: 37% * Penskalaan: 41% * Lanjutan: 67% * Transformasi Matang: 78% 3. **Membantu meningkatkan proses/kelangsungan bisnis:** * Tahap Awal: 39% * Eksplorasi: 35% * Penskalaan: 53% * Lanjutan: 63% * Transformasi Matang: 63% Bagian kedua, **Persepsi AI: Dengan AI, saya...**, menunjukkan tingkat kepercayaan dan keyakinan karyawan: 1. **Yakin bahwa AI dapat membuat pekerjaan lebih bermakna dan berdampak:** * Tahap Awal: 30% * Eksplorasi: 40% * Penskalaan: 54% * Lanjutan: 68% * Transformasi Matang: 69% 2. **Merasa yakin bahwa perusahaan dapat mengadopsi AI secara efektif:** * Tahap Awal: 32% * Eksplorasi: 37% * Penskalaan: 54% * Lanjutan: 58% * Transformasi Matang: 58% Bagian bawah gambar menampilkan foto empat pebisnis yang sedang duduk mengelilingi meja dan menatap laptop, dengan kotak catatan di sampingnya yang menyatakan: "Bagian lain dari laporan ini akan membahas dampak AI di antara organisasi yang telah bertransformasi secara matang, dengan menyertakan contoh dari pelanggan Google Workspace dengan Gemini di dunia nyata."

Mulai dari Menghemat Waktu hingga Memperluas Potensi

Organisasi yang bertransformasi secara matang tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memicu inovasi dan kreativitas.

Gambar ini adalah halaman dari laporan berjudul "Mulai dari Menghemat Waktu hingga Memperluas Potensi", yang membahas bagaimana organisasi yang bertransformasi secara matang memanfaatkan AI di luar peningkatan produktivitas dasar. Teksnya menyatakan bahwa AI membantu karyawan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menelusuri informasi (40%), mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan tugas-tugas repetitif (39%), dan menyelesaikan tugas lebih cepat (38%). Bagi organisasi yang bertransformasi secara matang, efisiensi ini mendorong perluasan potensi dengan: * Memicu inovasi dan kreativitas * Mempercepat hasil bisnis * Membantu karyawan berfokus pada pekerjaan yang bermakna Dibandingkan dengan organisasi yang berada dalam tahap awal transformasi, organisasi yang telah bertransformasi secara matang lebih cenderung: * **Mengalami peningkatan inovasi:** 57% vs. 25% (selisih +32 poin persentase). * **Melaporkan peningkatan kreativitas kerja:** 65% vs. 29%. Kutipan dari Francis Pugeda, Director of the AI Group di Globe, menyoroti penggunaan Gemini: "Gemini membantu karyawan menemukan dan meringkas informasi dari berbagai sumber dengan cepat. Hasilnya, tim dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan bisnis dan menghemat waktu yang diperlukan untuk menelusuri file. Gemini membantu memacu inovasi di Globe Telecom dengan 92% pengguna yang melaporkan merasa terinspirasi untuk mempelajari cara kerja yang baru dan inovatif." Kutipan tersebut disertai foto Francis Pugeda.
Gambar ini adalah halaman dari laporan yang menjelaskan bagaimana organisasi yang bertransformasi secara matang memanfaatkan AI untuk mempercepat bisnis dan berfokus pada pekerjaan penting, dibandingkan dengan organisasi yang berada dalam tahap awal transformasi. Dalam hal mempercepat bisnis, diagram menunjukkan bahwa **61%** organisasi yang bertransformasi secara matang melaporkan bahwa AI mempercepat pengembangan produk atau layanan baru, dibandingkan dengan hanya **27%** di organisasi yang berada dalam tahap awal. Terkait fokus pada pekerjaan penting, diagram menunjukkan bahwa **59%** individu di organisasi yang bertransformasi secara matang dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang mereka anggap penting, dibandingkan dengan **30%** di organisasi yang berada dalam tahap awal. Kutipan dari Henry Shevlin, Senior Research Associate di University of Cambridge, menyatakan: "AI dapat menjadi solusi yang menguntungkan bagi manajemen dan kontributor individu. AI dapat membuat pekerjaan lebih bermakna dan memuaskan dengan mengurangi pekerjaan berat dan membosankan." Dokumen ini juga mencakup studi kasus tentang **Equifax**, biro kredit global yang mengadopsi Workspace dengan Gemini. Setelah uji coba, 90% pengguna mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas pekerjaan. JK Krug, VP of Digital Employee Experience di Equifax, mengatakan: "Hampir setiap unit bisnis menghemat waktu lebih dari satu jam per hari, sehingga karyawan kami memiliki waktu untuk mengerjakan inisiatif penting lainnya."
Gambar ini adalah halaman dari laporan yang membahas manfaat AI bagi karyawan, yang menjadi dasar investasi dalam kepuasan karyawan. Bagian **DIBANDINGKAN DENGAN ORGANISASI TAHAP AWAL** menunjukkan bahwa organisasi yang bertransformasi besar-besaran melaporkan manfaat personal yang jelas: - **Lebih percaya diri dengan hasil kerja mereka:** 63% melaporkan manfaat ini, selisih +36 poin persentase dibandingkan dengan 27% di organisasi tahap awal. - **Peluang pengembangan karier yang lebih baik:** 61% melaporkan manfaat ini, selisih +31 poin persentase dibandingkan dengan 30%. - **Peningkatan keterlibatan karyawan:** 54% melaporkan manfaat ini, selisih +28 poin persentase dibandingkan dengan 26%. - **Peningkatan kepuasan karyawan:** 57% melaporkan manfaat ini, selisih +25 poin persentase dibandingkan 32%. Kutipan dari **Renata Marques, CIO di Natura**, menyatakan: "Masa depan dunia kerja akan ditentukan oleh orang-orang yang mengotomatiskan tugas operasional monoton, sehingga mereka dapat berfokus pada analisis informasi. Berkat Google Workspace dengan Gemini, kami merasakan perubahan ini secara real time." Kutipan tersebut disertai foto Marques. Foto besar di bagian bawah halaman menampilkan seorang perempuan tersenyum yang menunjuk sesuatu di layar laptop saat berkolaborasi dengan seorang laki-laki yang juga tersenyum dan melihat layar.
Gambar ini adalah halaman dari laporan yang membahas manfaat jangka panjang transformasi AI, yang berjudul "Beyond\_AI\_Optimism\_Dec\_2025\_15.jpg." Bagian **KESIMPULAN** menjelaskan bahwa karena karyawan merasa didukung oleh AI, organisasi yang bertransformasi secara matang mengalami peningkatan inovasi dan kreativitas, serta perubahan mendasar yang menghasilkan ROI lebih tinggi, penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat & kolaboratif, dan keunggulan kompetitif. Kutipan dari **Nirit Cohen, Future of Work Strategist,** menyatakan bahwa "Ketika organisasi mencapai transformasi yang sesungguhnya, kita akan melihat peningkatan sebesar 30—40 persen di area yang sebelumnya tidak memungkinkan, baik itu efisiensi input ke output, pertumbuhan, maupun produktivitas." Sebuah diagram membandingkan organisasi yang bertransformasi secara matang dengan organisasi yang berada dalam tahap awal, dengan fokus pada empat metrik downstream utama: - **AI telah meningkatkan ROI perusahaan:** 52% organisasi yang bertransformasi secara matang melaporkan hal ini vs. 27% organisasi yang berada dalam tahap awal (+25 poin persentase). - **Organisasi mengalami peningkatan kolaborasi dan keselarasan:** 59% vs. 28% (+31 poin persentase). - **Organisasi siap menghadapi masa depan dunia kerja:** 74% vs. 28% (+46 poin persentase). - **AI memberi keunggulan kompetitif bagi perusahaan:** 61% vs. 26% (+35 poin persentase). Foto di kanan bawah menampilkan empat orang yang sedang duduk di meja konferensi, dengan satu orang laki-laki sedang berbicara dengan penuh semangat.

Lima langkah menuju Transformasi AI

Transformasi dengan AI seharusnya bukan proses yang hanya bisa diselesaikan oleh beberapa organisasi elite. Terlepas dari kematangan AI Anda, mengadopsi praktik terbaik berikut dapat membantu mempercepat transformasi organisasi Anda.

Gambar ini menguraikan dua langkah pertama dari **5 Langkah Menuju Transformasi AI**, yang menekankan bahwa transformasi dapat dicapai oleh semua organisasi. **Langkah 1: Strategi & roadmap "selalu aktif" yang transparan** Langkah ini mencakup penjelasan terkait relevansi AI dengan sasaran organisasi yang lebih luas dan perkembangan strategi ini ke depannya. Kutipan dari **Henry Shevlin, Senior Research Associate di University of Cambridge**, menyarankan: "Memiliki komunikasi lintas organisasi yang baik adalah kunci kesuksesan. Alih-alih 'menimbun' kasus penggunaan AI, ciptakan insentif internal agar individu dapat mengatakan, 'Kita bisa membuat proses ini lebih efisien, berikut relevansinya dengan alur kerja saya, dan cara orang lain juga bisa melakukannya.'" Poin bukti (yang membandingkan perusahaan yang bertransformasi secara matang dengan perusahaan yang masih dalam tahap awal) menunjukkan bahwa perusahaan yang bertransformasi secara matang lebih cenderung: * Menyempurnakan framework AI terus-menerus untuk mengoptimalkan alur kerja dari seiring waktu (74%, +39 poin persentase). * Menentukan roadmap transformasi yang mencakup kesenjangan utama, pencapaian, dan linimasa (52%, +19 poin persentase). * Menentukan poin bukti dan metrik (59%, +16 poin persentase). **Langkah 2: AI yang Autentik** Langkah ini berfokus untuk menanamkan AI ke dalam budaya perusahaan dan memberdayakan karyawan dengan rasa percaya diri. Poin bukti menunjukkan bahwa perusahaan yang bertransformasi secara matang lebih cenderung: * Mendorong lingkungan kerja yang modern dan fleksibel (74%, +46 poin persentase). * Menyesuaikan adopsi AI dengan kebutuhan tim & pengguna akhir sebelum meluncurkan alat baru (72%, +36 poin persentase). * Menjadikan AI sebagai bagian dari budaya mereka (50%, +19 poin persentase). Foto yang ada di Langkah 2 menampilkan seorang perempuan tersenyum yang sedang melihat layar laptop di ruang kantor yang modern.
Gambar ini menguraikan langkah ketiga dan keempat dalam **5 Langkah Menuju Transformasi AI**. **Langkah 3: Mengidentifikasi & memprioritaskan hasil cepat** Langkah ini menganjurkan fokus pada kasus penggunaan yang jelas untuk menunjukkan nilai di berbagai tim dan peran. Dr. Terri Horton, AI Strategy & Workforce Transformation Consultant, mengatakan: "Saat menerapkan strategi AI, penting untuk menumbuhkan budaya kreativitas dan eksperimen, sehingga karyawan di berbagai fungsi serta peran merasa diberdayakan untuk mengeksplorasi dan mengemukakan kasus penggunaan bernilai tinggi. Kesuksesannya kemudian diukur berdasarkan konsistensi, kualitas, dampak, dan skalabilitas." Bagian ini mencakup studi kasus dari **BBVA**. Jose Antonio Salmerón, Collaboration Architect, menyatakan bahwa uji coba mereka menemukan hasil cepat bagi karyawan yang menggunakan Gemini dengan mudah di Gmail, Drive, dan Meet. Hal ini meyakinkan mereka bahwa Gemini akan bermanfaat sejak hari pertama digunakan secara menyeluruh. Poin bukti yang membandingkan perusahaan yang bertransformasi secara matang (vs. yang masih dalam tahap awal) menunjukkan bahwa mereka lebih cenderung: * Mengadopsi AI secara luas di berbagai peran dan departemen (72%, +48pp). * Menggunakan AI untuk beragam jenis tugas (70%, +46pp). * Mendukung pembelajaran dan pengembangan AI berkelanjutan di kalangan karyawan (70%, +37pp). **Langkah 4: Memperluas dukungan** Langkah ini menekankan penskalaan transformasi dengan memperluas dukungan di luar tim AI. **KESIMPULANNYA** adalah bahwa para pemimpin harus memastikan AI dapat diakses oleh semua karyawan untuk membuka potensi penuh organisasi. Bagian ini mengutip laporan **Google**, *ROI AI*, yang menunjukkan bahwa 78% eksekutif dari organisasi dengan dukungan eksekutif C-level melaporkan telah memperoleh ROI di setidaknya satu kasus penggunaan AI generatif. Nirit Cohen, Future of Work Strategist, menyatakan bahwa ia telah melihat organisasi sukses yang mendukung pemimpin area untuk menyebarkan informasi di luar "zona pengaruh" mereka. Poin bukti yang membandingkan berbagai perusahaan yang bertransformasi secara matang (vs. tahap awal) menunjukkan bahwa mereka lebih cenderung: * Memiliki pendukung AI di seluruh perusahaan (65%, +52pp). * Eksekutif dianggap sebagai salah satu pendukung terbesar (77%, +46pp). * Memiliki penggunaan AI yang lebih banyak di antara karyawan secara keseluruhan (39%, +8pp).
Gambar ini menguraikan langkah kelima dan terakhir dalam proses transformasi AI: **Menerapkan cara kerja baru & alat baru.** Teks ini menekankan bahwa transformasi memerlukan investasi dalam teknologi, komunikasi, pelatihan, dan insentif untuk menjadikan AI bagian dari pekerjaan sehari-hari, dan sangat penting untuk mengintegrasikan alat yang tepat ke dalam alur kerja. **KESIMPULAN** ini menyatakan bahwa tidak semua alat AI diciptakan sama; saat AI diintegrasikan ke dalam alat produktivitas dan kolaborasi (P\&C), organisasi akan memperoleh hasil yang lebih baik, seperti peningkatan kualitas kerja (+33 poin persentase) dan transformasi yang lebih cepat secara keseluruhan (+27 poin persentase). Selain itu, 96% organisasi yang bertransformasi secara matang meyakini bahwa perubahan alat dapat menjadi faktor pendorong keberhasilan transformasi AI. Studi kasus menampilkan **Gordon Food Service**, dengan Chief Information Officer Brendan Bonthuis yang menyatakan: "Google Workspace merupakan terobosan besar bagi tenaga kerja umum kami karena mengintegrasikan AI secara langsung ke dalam alur kerja harian mereka, sehingga meningkatkan kualitas proses dan efektivitas karyawan kami dalam melayani pelanggan dengan produk serta layanan berkualitas terbaik." Tabel menyediakan **Poin bukti perusahaan yang bertransformasi secara matang (vs. tahap awal)**: | Metrik | % atau Jumlah untuk Perusahaan dengan Transformasi Matang | Perbedaan vs. Tahap Awal | | :----------------------------------------------------------------------------------------------------- | :----------------------------- | :---------------------------- | | Anggaran tahunan untuk AI lebih besar | $686 ribu | \+$483 ribu | | Cenderung memiliki anggaran tahunan $1—$5 juta untuk AI | 26% | \+11pp | | Berinvestasi dalam komunikasi, pelatihan, serta reward sebelum dan sesudah peluncuran | 61% | \+25pp | | Meyakini bahwa AI harus terintegrasi ke alat P\&C untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan mempercepat transformasi | 76%; 59% | \+33pp; +27pp | | Mengatakan bahwa penting untuk mengintegrasikan AI secara menyeluruh dalam alat/aplikasi yang ada | 67% | \+18pp | | Mengatakan bahwa perubahan alat dapat menjadi faktor pendorong transformasi AI | 96% | \+15pp | Gambar besar di bawah menyoroti temuan: **+33pp Kualitas pekerjaan yang lebih baik saat AI terintegrasi ke alat P\&C.** Gambar tersebut juga menampilkan foto tiga orang yang tengah berkolaborasi sambil melihat tablet.

Metodologi

Gambar ini adalah halaman dari laporan yang menjelaskan metodologi studi riset tentang transformasi AI, berjudul "Beyond\_AI\_Optimism\_Dec\_2025\_20.jpg." **Tujuan Riset** adalah sebagai berikut: * Memahami arti "mentransformasi pekerjaan dengan AI", baik dari segi penerapan maupun manfaatnya. * Mengidentifikasi dan mengukur tingkat transformasi AI di berbagai organisasi dan peran. * Menentukan indikator keberhasilan transformasi pekerjaan dengan AI, termasuk menentukan ciri-ciri, praktik terbaik untuk implementasi, dll. Studi ini mencakup **Poin Kontak Pakar** dengan tiga pakar AI: Nirit Cohen, Henry Shevlin, dan Dr. Terri Horton. **Survei Kuantitatif** adalah survei online berdurasi 20 menit yang dilakukan dari 18 Juli hingga 11 Agustus 2025, di antara 2.643 pengambil keputusan dan pekerja intelektual di organisasi pasar menengah atau perusahaan di Amerika Serikat, Inggris Raya, Brasil, Prancis, Jepang, dan India. Responden harus: karyawan purnawaktu di organisasi yang memiliki minimal 300 karyawan; telah bekerja selama minimal 1 tahun; pengambil keputusan atau pekerja intelektual yang bersentuhan dengan teknologi; menggunakan AI di kantor (AI resmi atau AI bayangan); dan mengetahui alat AI (misalnya, Gemini, Copilot, Claude, ChatGPT). Tabel data memberikan contoh perincian: | PASAR | (n) | | :------------: | :---: | | Amerika Serikat | 522 | | Inggris Raya | 418 | | Brasil | 440 | | Prancis | 423 | | Jepang | 419 | | India | 421 | | TOTAL | 2.643 | | SUBGRUP | (n) | | :----------------------------: | :---: | | Pasar menengah (300—999 karyawan) | 1.285 | | Perusahaan (+1.000 karyawan) | 1.358 | | Pengambil keputusan | 1.359 | | Pekerja Intelektual | 1.284 | | Teknologi | 334 | | Layanan Kesehatan | 227 | | Keuangan | 334 | | Retail | 542 | | Manufaktur | 667 | Riset dan desain dilakukan oleh Hypothesis Group. Gambar ini juga menyertakan foto seorang perempuan yang tersenyum sambil melihat laptop dan menopang dagu.